Medan, Mediasimoraya.com – Pemerintah Kota Medan akan menjadi tuan rumah Rapat Kerja Nasional (Rakernas) XVIII Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) yang dijadwalkan pada 28 Juni hingga 4 Juli 2026, bertepatan dengan perayaan Hari Jadi ke-436 kota tersebut. Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, menyerukan seluruh pemangku kepentingan—pemerintah, dunia usaha, pelaku pariwisata, dan masyarakat—untuk bersinergi dalam memberikan layanan prima serta menciptakan kesan positif bagi delegasi yang datang, sekaligus memanfaatkan momentum tersebut sebagai katalisator pertumbuhan ekonomi lokal.
Ajakan tersebut disampaikan oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Medan, Citra Effendi Capah, dalam acara Sosialisasi Kesiapan Rakernas XVIII APEKSI serta Semarak HUT Ke-436 yang digelar di Gedung PKK Kota Medan, Kecamatan Medan Petisah. Citra membacakan sambutan Wali Kota yang menegaskan bahwa keberhasilan dua agenda besar ini tidak dapat dicapai hanya dengan upaya pemerintah kota, melainkan memerlukan kolaborasi aktif seluruh elemen masyarakat, baik sektor publik, swasta, maupun komunitas.
“Keberhasilan penyelenggaraan dua momentum besar ini tidak dapat mengandalkan Pemko Medan semata. Dibutuhkan sinergi, kerja sama, dan keterlibatan aktif seluruh stakeholder,” ujar Citra, menekankan pentingnya peran bersama. Dalam pidatonya, ia menyoroti tiga fokus utama yang harus dijalankan oleh masing-masing pihak. Pertama, sektor perhotelan, pusat perbelanjaan, dan kuliner diharapkan meningkatkan kualitas layanan secara profesional, meliputi kenyamanan fasilitas, keramahan staf, serta standar kebersihan dan higienitas makanan. Kedua, komunitas dan asosiasi pariwisata diminta menyelaraskan peran dalam memastikan transportasi, paket wisata, dan pendampingan delegasi berjalan lancar tanpa hambatan. Ketiga, masyarakat luas diharapkan berperan sebagai tuan rumah yang baik dengan menjaga kebersihan lingkungan serta menciptakan suasana aman dan kondusif.
Citra menegaskan bahwa sinergi tersebut bukan sekadar upaya untuk menyukseskan acara seremonial, melainkan investasi sosial‑ekonomi yang manfaatnya dapat dirasakan jangka panjang. “Jika seluruh pihak bergotong‑royong memberikan pengalaman terbaik bagi para tamu, maka ada potensi ekonomi luar biasa yang siap dipanen,” pungkasnya. Pernyataan ini menggarisbawahi harapan Pemerintah Kota bahwa peningkatan kunjungan delegasi, bisnis, dan wisatawan dapat memacu pendapatan sektor pariwisata, memperluas lapangan kerja, dan meningkatkan pendapatan daerah.
Para pengamat ekonomi menilai bahwa Rakernas APEKSI XVIII memiliki peluang strategis untuk menampilkan Medan sebagai pusat inovasi pemerintahan kota di Indonesia. “Acara ini dapat menjadi panggung bagi Medan memperkenalkan program‑program smart city, transportasi berkelanjutan, dan pengelolaan sampah yang sudah mulai dijalankan,” ujar Dr. Siti Nurhaliza, dosen Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara. Ia menambahkan bahwa keberhasilan pelaksanaan acara dapat meningkatkan citra Medan di mata investor domestik maupun asing, terutama dalam sektor properti komersial dan pariwisata halal.
Sejarah singkat menunjukkan bahwa kota‑kota yang menjadi tuan rumah pertemuan nasional serupa biasanya mengalami lonjakan ekonomi jangka pendek, terutama pada sektor perhotelan dan kuliner. Misalnya, ketika Surabaya menjadi tuan rumah Rakernas APEKSI XV pada 2018, pendapatan hotel kota tersebut naik sekitar 12 persen selama periode acara, sementara kunjungan wisatawan domestik meningkat 8 persen. Analisis serupa diharapkan dapat terulang di Medan, mengingat posisi geografisnya yang strategis sebagai gerbang Sumatera Utara dan jaringan transportasi udara, darat, serta kereta api yang terus berkembang.
Namun, tantangan tetap ada. Kepadatan lalu lintas, kebutuhan keamanan, serta kesiapan infrastruktur digital harus diatasi secara menyeluruh. Pemerintah Kota Medan telah menyiapkan rencana aksi yang mencakup peningkatan layanan transportasi umum, penambahan titik parkir sementara, serta peningkatan jaringan internet publik di area acara. Koordinasi dengan Polri, Satpol PP, serta lembaga keamanan swasta juga menjadi bagian penting dalam menjamin kelancaran dan keamanan seluruh rangkaian kegiatan.
Di sisi lain, masyarakat lokal diharapkan dapat memanfaatkan peluang ekonomi mikro, seperti penjualan makanan tradisional, kerajinan tangan, dan jasa guide wisata. Pemerintah Kota berencana menggelar bazaar budaya di sekitar venue utama, yang tidak hanya menambah nilai ekonomi tetapi juga menampilkan kekayaan budaya Medan kepada delegasi nasional.
Dengan menekankan kolaborasi lintas sektoral, Medan berambisi menjadikan Rakernas APEKSI XVIII sekaligus perayaan HUT ke-436 sebagai momentum transformasi kota yang berkelanjutan. Jika sinergi dapat terwujud, potensi peningkatan pendapatan daerah, penciptaan lapangan kerja, dan peningkatan citra internasional kota dapat menjadi warisan jangka panjang bagi generasi mendatang.
Artikel ini dikembangkan dari laporan berbagai sumber untuk mediasimoraya.com dengan penambahan analisis dan konteks.











