Mandailing Natal, Mediasimoraya.com – PT Sorik Marapi Geothermal Power (SMGP) berkolaborasi dengan Kelompok Tani Tor Bania Jaya menggelar kegiatan penanaman pohon di Desa Huta Baringin, Kecamatan Puncak Sorik Marapi, Kabupaten Mandailing Natal, sebagai bagian dari peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunai 2026. Tema yang diusung dalam kegiatan ini adalah “Energi Bumi untuk Alam yang Senantiasa Bertumbuh”, menegaskan komitmen perusahaan dalam mendukung pengelolaan lingkungan berkelanjutan melalui keterlibatan aktif masyarakat setempat.
Kegiatan tersebut dilaksanakan dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunai yang jatuh pada 5 Juni 2026, dengan fokus pada pendekatan agroforestri. Melalui program SMGP Green Intensive, perusahaan menyalurkan 1.500 bibit pohon dan 400 kilogram pupuk yang akan ditanam secara bertahap di area perkebunan kopi milik warga. Pendekatan agroforestri ini menggabungkan tanaman kopi dengan tanaman pelindung seperti kayu manis, khususnya di lahan yang berbatasan dengan zona penyangga Taman Nasional Batang Gadis. Upaya ini bertujuan meningkatkan produktivitas lahan sekaligus menjaga keseimbangan ekosistem di wilayah tersebut.
Kepala Teknik Panas Bumi PT SMGP, Ali Sahid, menyatakan kegiatan penanaman pohon sebagai bagian dari komitmen perusahaan dalam menjaga kelestarian lingkungan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat di sekitar wilayah operasional. “Kolaborasi ini diharapkan dapat memberikan manfaat lingkungan dan ekonomi secara berkelanjutan serta menjadi implementasi prinsip People, Planet, dan Profit dalam operasional perusahaan,” ujarnya. Prinsip tersebut mencerminkan keseimbangan antara pemberdayaan masyarakat, pelestarian alam, dan pertumbuhan ekonomi perusahaan.
Wakil Kepala Teknik Panas Bumi PT SMGP, Ziko Dian Putra, menambahkan bahwa pola tanam campuran antara kopi dan tanaman pelindung diharapkan mampu meningkatkan produktivitas lahan sekaligus menjaga keseimbangan ekosistem. Program perkebunan kopi di Desa Huta Baringin juga merupakan bagian dari pemberdayaan masyarakat yang dijalankan tim Community Development and Community Relations (CDCR) perusahaan. Dukungan ini tidak hanya berupa bibit dan pupuk, tetapi juga pengetahuan tentang agroforestri yang dapat meningkatkan ketahanan pangan serta kualitas hasil panen petani.
Perwakilan Kelompok Tani Tor Bania Jaya, Faisal, bersama Kepala Desa Huta Baringin, Sopyan Nasution, menyampaikan apresiasi atas dukungan yang diberikan perusahaan. Mereka menilai bantuan bibit dan penerapan pola tanam campuran tersebut akan berdampak positif terhadap produktivitas perkebunan serta keberlanjutan lingkungan. “Kami sangat mengapresiasi inisiatif SMGP yang tidak hanya fokus pada operasional energi, tetapi juga peduli pada kesejahteraan masyarakat dan lingkungan,” ujar Sopyan.
Selain kegiatan penanaman pohon, SMGP juga menggelar berbagai program lain dalam rangka Hari Lingkungan Hidup 2026 dengan tema “Saatnya Bekerja untuk Iklim”. Program-program tersebut meliputi kebersihan lingkungan melalui kompetisi “Be Fantastic & Collect Your Plastic”, edukasi pengelolaan sampah bagi siswa sekolah dasar, kampanye pengurangan plastik, serta kolaborasi pengelolaan sampah dengan mitra daur ulang. Kegiatan edukasi ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat, terutama generasi muda, tentang pentingnya pelestarian lingkungan.
Dampak positif dari kolaborasi ini juga dapat dilihat dari perspektif ekologis. Agroforestri, sebagai salah satu metode konservasi, telah terbukti efektif dalam mengurangi erosi tanah, meningkatkan kesuburan tanah, serta menjadi penyangga ekosistem yang fragile. Di Indonesia, praktik agroforestri telah diterapkan di berbagai wilayah seperti Jawa Timur dan Sulawesi, dengan hasil yang membanggakan. Kegiatan ini juga mendukung target nasional dalam mengurangi emisi gas rumah kaca melalui penyerapan karbon oleh pohon-pohon yang ditanam.
Dari sisi ekonomi, program ini memberikan nilai tambah bagi petani kopi. Selain meningkatkan produktivitas lahan, pohon-pohon pelindung seperti kayu manis juga dapat menjadi sumber pendapatan tambahan. Kayu manis, misalnya, memiliki nilai pasar yang tinggi karena kebutuhan industri pangan dan obat-obatan. Dengan demikian, kegiatan ini tidak hanya berkontribusi pada keberlanjutan lingkungan, tetapi juga mendorong kesejahteraan ekonomi masyarakat pedesaan.
Melalui berbagai program tersebut, SMGP menegaskan komitmennya dalam mengintegrasikan prinsip keberlanjungan guna menciptakan lingkungan yang lestari dan mendukung masa depan generasi mendatang. Kolaborasi antara perusahaan dan masyarakat menjadi kunci keberhasilan program ini, sekaligus menjadi contoh bagi perusahaan lain dalam mengimplementasikan tanggung jawab sosial dan lingkungan.
Artikel ini dikembangkan dari laporan berbagai sumber untuk mediasimoraya.com dengan penambahan analisis dan konteks.











