Salatiga, Mediasimoraya.com – Sebanyak 30 anggota Purna Paskibraka Indonesia (PPI) Kota Salatiga terjun langsung dalam kegiatan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler Ke-129 yang digelar Kodim 0714/Salatiga di Desa Cukil, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang pada Rabu (29/07/26). Kegiatan ini menjadi bukti nyata kolaborasi antara generasi muda, TNI, dan masyarakat dalam mempercepat pembangunan desa sekaligus menumbuhkan semangat gotong royong.
Dari total 30 anggota yang diterjunkan, 20 orang putra membantu pekerjaan pengecoran jalan beton, sementara 10 anggota putri bergotong royong bersama warga menyiapkan konsumsi bagi personel TNI dan para pekerja di lokasi TMMD. Ketua PPI Kota Salatiga, Aditya Ramadhan, menjelaskan bahwa keterlibatan organisasinya merupakan bentuk pengabdian nyata kepada masyarakat. Menurut alumni Paskibraka angkatan 2017 tersebut, pengalaman turun langsung ke lapangan memberikan pemahaman baru mengenai pelaksanaan program TMMD.
“Bisa membaur dengan masyarakat secara langsung merupakan pengalaman yang berharga bagi kami,” ujarnya. Aditya menambahkan, selama ini anggota PPI Kota Salatiga belum pernah terlibat langsung dalam kegiatan yang melibatkan kolaborasi antara TNI dan masyarakat. “Di daerah lain belum ada kegiatan seperti ini. Jadi PPI Salatiga menjadi yang pertama mengawali kegiatan kolaborasi dengan TNI dan warga,” ungkapnya.
Sementara itu, anggota PPI tingkat nasional, Anindya Putri Aprilia, mengaku senang dapat ikut ambil bagian dalam kegiatan tersebut. Selain membantu menyiapkan konsumsi bersama warga, ia juga memperoleh pengalaman berharga mengenai pentingnya kerja sama dan kepedulian sosial.
“Kegiatan ini menjadi pengalaman pertama yang sangat berkesan. Kami bisa belajar bekerja sama, bergotong royong, dan mengabdi langsung kepada masyarakat,” katanya.
Di sisi lain, Danramil 06/Tengaran, Kapten CBA Sugiyanto, menyampaikan apresiasi atas partisipasi PPI Kota Salatiga dalam mendukung pelaksanaan TMMD Reguler Ke-129. Menurutnya, keterlibatan generasi muda menjadi energi positif untuk memperkuat budaya gotong royong sekaligus menumbuhkan kepedulian sosial dalam pembangunan desa.
“Kami mengapresiasi keikutsertaan PPI Kota Salatiga. Semoga kolaborasi seperti ini terus berlanjut karena mampu memperkuat semangat kebersamaan antara TNI, masyarakat, dan generasi muda,” ujarnya.
Program TMMD Reguler Ke-129 Kodim 0714/Salatiga di Desa Cukil berlangsung selama 30 hari, mulai 15 Juli hingga ditargetkan selesai pada 13 Agustus 2026. Selain menyelesaikan pembangunan fisik, program ini juga menjadi sarana mempererat sinergi antara TNI, pemerintah, organisasi kepemudaan, dan masyarakat dalam membangun desa.
**Analisis dan Dampak**
Keterlibatan 30 purna paskibraka dalam TMMD menunjukkan pergeseran positif dalam peran organisasi pemuda di Indonesia. traditionally, Paskibraka dikenal sebagai kelompok yang bertugas mengibarkan bendera pada upacara kenegaraan, namun kini mereka memperluas kontribusinya ke bidang pembangunan masyarakat. Partisipasi aktif generasi muda seperti ini tidak hanya mempercepat realisasi proyek infrastruktur, tetapi juga memperkuat ikatan sosial antar generasi. Dengan terlibat langsung dalam pengecoran jalan dan penyiapan konsumsi, para pemuda tersebut merasakan secara langsung nilai-nilai gotong royong yang selama ini menjadi dasar kehidupan bermasyarakat di pedesaan Jawa.
Dari sudut pandang kebijakan, kolaborasi ini dapat menjadi model bagi pemerintah daerah lain untuk mengikutsertakan organisasi pemuda dalam program pembangunan. TNI, yang telah lama menjadi motor utama TMMD, dapat memanfaatkan energi dan antusiasme pemuda untuk memperluas jangkauan dan keberlanjutan proyek. Pengalaman pertama PPI Salatiga ini juga membuka peluang bagi organisasi pemuda lainnya untuk mencari peran yang lebih strategis dalam pembangunan desa.
**Konteks Historis dan Perbandingan**
TMMD sendiri telah dilaksanakan sejak 1973 sebagai wujud nyata pembangunan nasional yang melibatkan TNI bersama rakyat. Program ini biasanya difokuskan pada pembangunan infrastruktur dasar seperti jalan, jembatan, dan fasilitas umum lainnya di wilayah tertinggal. Meskipun telah banyak organisasi masyarakat sipil yang terlibat, baru sedikit yang melibatkan secara langsung kelompok alumni Paskibraka. Hal ini menjadikan inisiatif Salatiga sebagai salah satu contoh inovatif dalam memanfaatkan jaringan alumni Paskibraka yang memiliki disiplin tinggi dan loyalitas terhadap negara.
**Kesimpulan**
Kehadiran 30 purna paskibraka di Desa Cukil tidak hanya menjadi pelengkap tenaga kerja dalam TMMD Reguler Ke-129, tetapi juga menjadi simbol sinergi antara semangat kebangsaan, dedikasi pemuda, dan kebutuhan pembangunan desa. Kolaborasi ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi daerah lain untuk memanfaatkan aset organisasi pemuda dalam mendukung program pemerintah, sekaligus memperkuat budaya gotong royong yang menjadi fondasi kebersamaan di Indonesia.
Redaksi Media Simo Raya
MediaSimoRaya.com





