Mahasiswa Agroteknologi UBY Bantu Petani Krasak Atasi Tantangan Lahan Musim Hujan

oleh -3 Dilihat

Boyolali, MediaSimoRaya.com – Mahasiswa Program Studi Agroteknologi Universitas Boyolali (UBY) menggelar program pengabdian masyarakat berupa penyuluhan dan pendampingan lapangan di Desa Krasak, Kecamatan Teras, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, yaitu pada Senin (9/12/2024) dan Rabu (11/12/2024), ini dilaksanakan di Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Kelompok Wanita Tani (KWT) Desa Krasak, bekerja sama dengan penyuluh serta pendamping dari BPP Dinas Pertanian Kabupaten Boyolali.

Program tersebut menyasar langsung persoalan yang selama ini membelit petani di Desa Krasak, utamanya terkait strategi pengelolaan lahan pada musim penghujan. Selain menjadi sarana transfer ilmu, kegiatan ini juga menjadi ruang kolaborasi antara akademisi, pemerintah daerah, dan masyarakat tani dalam memperkuat ketahanan pangan lokal.

Poin Utama Berita

  • Mahasiswa Agroteknologi UBY menggelar pengabdian masyarakat di Desa Krasak, Kecamatan Teras, Kabupaten Boyolali pada 9 dan 11 Desember 2024.
  • Kegiatan berupa penyuluhan dan pendampingan lapangan bersama BPP Dinas Pertanian Boyolali, fokus pada pengelolaan lahan di musim penghujan.
  • Ketua KWT Desa Krasak, Sri Suhartini, melaporkan serangan lalat buah pada tanaman jambu air dan pare di Kebun Gizi.
  • KWT Desa Krasak juga memiliki program inovatif pengolahan sisa nasi menjadi karak, cengkaruk, dan nugget.

Latar Belakang dan Tujuan Kegiatan Pengabdian

Program pengabdian masyarakat ini merupakan bagian dari implementasi tridharma perguruan tinggi yang wajib dijalankan oleh seluruh institusi pendidikan tinggi di Indonesia. Bagi mahasiswa Agroteknologi UBY, kegiatan ini bukan sekadar agenda rutin akademik, melainkan sebuah medium pembelajaran langsung di tengah masyarakat.

Ketua KWT Desa Krasak, Sri Suhartini, menyambut baik inisiatif tersebut. Ia menyampaikan apresiasi karena mahasiswa tidak hanya hadir memberikan teori, tetapi juga turun langsung ke lapangan untuk memahami kondisi riil yang dihadapi para petani.

“Kegiatan ini sangat membantu kami dalam mengatasi permasalahan yang dialami selama ini, terutama dalam pengelolaan lahan pada musim penghujan,” ujar Sri Suhartini saat ditemui di lokasi kegiatan.

Permasalahan di Kebun Gizi KWT Desa Krasak

Desa Krasak merupakan salah satu desa di Kecamatan Teras yang memiliki Kelompok Wanita Tani aktif. Kelompok ini mengelola Kebun Gizi yang ditanami beragam komoditas, mulai dari kubis, cabai, pare, jahe, hingga jambu air. Kebun ini berfungsi sebagai sumber pangan keluarga sekaligus sarana edukasi gizi bagi masyarakat sekitar.

Namun, dalam sesi diskusi yang difasilitasi mahasiswa UBY, terungkap sejumlah tantangan serius. Sri Suhartini menjelaskan bahwa tanaman jambu air dan pare mengalami serangan lalat buah yang cukup mengganggu produktivitas. Sebaliknya, komoditas seperti cabai, jahe, dan kubis justru tumbuh subur pada periode tersebut.

Kondisi ini menunjukkan perlunya pendekatan pertanian terpadu yang mampu mengantisipasi dinamika cuaca, hama, dan kebutuhan pasar. Mahasiswa Agroteknologi UBY bersama penyuluh dari BPP memberikan rekomendasi teknis terkait pola tanam, pengendalian hama terpadu, serta pengelolaan drainase lahan untuk menghadapi curah hujan tinggi.

Inovasi Olahan Sisa Nasi: Dari Limbah Menjadi Nilai Ekonomi

Di luar persoalan pertanian, diskusi juga mengungkap program unggulan KWT Desa Krasak dalam mengelola sisa nasi yang masih layak konsumsi. Nasi sisa tersebut diolah menjadi tiga produk bernilai jual, yaitu karak, cengkaruk, dan nugget.

Inovasi ini tidak hanya berperan dalam pengurangan limbah pangan, tetapi juga membuka peluang usaha baru bagi anggota KWT. Program ini menjadi bukti bahwa pemberdayaan perempuan di pedesaan mampu melahirkan solusi kreatif berbasis kearifan lokal.

Harapan Mahasiswa dan Dampak Jangka Panjang

Salah satu mahasiswa Agroteknologi UBY yang terlibat menyampaikan optimismenya terhadap keberlanjutan program. Ia berharap agar kegiatan pendampingan ini tidak berhenti pada dua hari pertemuan saja, melainkan berlanjut dalam bentuk monitoring berkala.

“Kami berharap bahwa kegiatan ini dapat membantu KWT Desa Krasak dalam mengembangkan kebun gizi serta kegiatan positif yang bertujuan untuk mensejahterakan masyarakat,” ungkapnya.

Kegiatan semacam ini sejatinya memberikan manfaat ganda. Bagi mahasiswa, lapangan menjadi ruang pembelajaran yang tidak ternilai. Sementara bagi masyarakat, kehadiran perguruan tinggi di tengah mereka membawa angin segar berupa akses terhadap pengetahuan, teknologi, dan jejaring kelembagaan.

Analisis dan Implikasi Editorial MediaSimoRaya

Program pengabdian yang digagas mahasiswa Agroteknologi UBY di Desa Krasak merepresentasikan model kolaborasi ideal antara kampus, pemerintah daerah, dan komunitas lokal. Dari sudut pandang MediaSimoRaya.com, kegiatan ini menunjukkan bahwa peran perguruan tinggi tidak boleh berhenti di ruang kelas, melainkan harus menjelma menjadi agen perubahan sosial yang menyentuh langsung denyut nadi kehidupan masyarakat.

Secara implikasi, keberlanjutan program semacam ini sangat bergantung pada konsistensi pendampingan. Banyak kasus pengabdian masyarakat yang hanya berhenti sebagai seremonial tanpa tindak lanjut. Karena itu, dibutuhkan komitmen kelembagaan dari UBY, dukungan anggaran dari pemerintah daerah, serta kemauan KWT untuk terus beradaptasi dengan inovasi.

Di sisi lain, serangan lalat buah yang menyerang jambu air dan pare di Kebun Gizi Krasak mencerminkan tantangan klasik pertanian hortikultura di kawasan tropis. Perubahan iklim, intensitas hujan yang tidak menentu, serta lemahnya penerapan teknologi pascapanen menjadi faktor penghambat yang harus dijawab dengan pendekatan ilmiah yang aplikatif. Kehadiran mahasiswa Agroteknologi di titik ini menjadi sangat strategis, karena merekalah jembatan antara riset kampus dan kebutuhan lapangan.

Program pengolahan sisa nasi menjadi karak, cengkaruk, dan nugget juga layak mendapat perhatian lebih. Inovasi semacam ini berpotensi menjadi model pemberdayaan ekonomi rumah tangga berbasis pangan lokal yang relevan dengan agenda pengentasan stunting dan penguatan ketahanan pangan nasional. MediaSimoRaya.com menilai, jika program ini direplikasi di desa-desa lain, dampak ekonominya akan sangat signifikan.

Pertanyaan Umum (FAQ)

Apa tujuan utama pengabdian masyarakat mahasiswa UBY di Desa Krasak?

Tujuan utamanya adalah memberikan penyuluhan dan pendampingan lapangan kepada Kelompok Wanita Tani (KWT) Desa Krasak dalam mengelola Kebun Gizi, khususnya menghadapi tantangan musim penghujan dan serangan hama.

Tanaman apa saja yang dibudidayakan di Kebun Gizi KWT Desa Krasak?

Kebun Gizi KWT Desa Krasak membudidayakan berbagai tanaman hortikultura, antara lain kubis, cabai, pare, jahe, dan jambu air.

Apa program inovatif KWT Desa Krasak selain budidaya tanaman?

KWT Desa Krasak memiliki program pengolahan sisa nasi yang masih layak konsumsi menjadi produk bernilai jual seperti karak, cengkaruk, dan nugget, sebagai bagian dari upaya pengurangan limbah pangan dan pemberdayaan ekonomi.

Redaksi Media Simo Raya
MediaSimoRaya.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *