Koordinator SMSI Solo Raya Tekankan Etika Jurnalistik dalam Silaturahmi

oleh -14 Dilihat
Koordinator SMSI Solo Raya Warsito dalam sidang bimbingan kepada pengurus terbaru

Sragen, MediaSimoRaya.com – Koordinator Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Eks Karisidenan Solo, Warsito, memberikan pesan penting kepada para ketua dan pengurus SMSI se-Solo Raya guna menjaga silaturahmi, kekompakan, serta nama baik organisasi. Pesan itu disampaikan pada Kamis, 24 September 2026, sekaligus menegaskan pentingnya kode etik jurnalistik dalam menjalankan tugas profesional. Selain itu, Warsito juga memaparkan struktur kepengurusan terbaru SMSI Eks Solo Raya yang resmi dilantik pada 5 Oktober 2026 di Hotel Amantis, Demak.

Pesan Etika Profesional dalam Wawancara

Ia menegaskan bahwa proses wawancara harus dirujuk pada standar etika jurnalistik, tidak boleh memasukkan kepentingan organisasi ke dalam substansi pemberitaan. “Rekan-rekan Solo Raya, mari kita tetap menjaga silaturahmi dengan baik. Ketika melakukan wawancara kepada narasumber, harus sesuai kode etik jurnalistik. Jangan sampai organisasi dibawa-bawa dalam proses wawancara,” ujar Warsito. Ia menyampaikan hal serupa dalam pidattonya yang diturunkan dari poena resmi di hadapan para pemimpin cabang SMSI wilayah sektor.

Penguatan Struktur Organisasi

Menurut Warsito, struktur kepengurusan yang baru dirancang untuk memperkuat koordinasi antarperusahaan pers di Solo Raya. Strukturnya meliputi Koordinator yang menjabat sebagai penasehat utama, sementara para pengurus daerah seperti Muhammad Hanafi sebagai Bendahara Jawa Tengah, serta Sukarsono dan Muhamad Heroni sebagai Wakil Ketua Bidang Kerjasama. “Yang menjadi bagian dari kepengurusan SMSI adalah pimpinan atau CEO/direktur perusahaan pers yang mewadahi media online. Karena itu, kita harus bersama-sama menjaga profesionalitas perusahaan pers dan nama baik organisasi,” katanya. Pada kesempatan yang sama, Warsito menyampaikan program dorongan pemberitaan akurat dan terpercaya bagi seluruh anggota SMSI di berbagai daerah. Ia menekankan pentingnya menghindari informasi palsu, hoaks, maupun ujaran kebencian dalam proses jurnalistik. “SMSI merupakan organisasi perusahaan pers. Kita harus memberikan informasi yang terbaru dan terpercaya. Jangan membuat berita yang mengandung ujaran kebencian maupun berita bohong. Setiap pemberitaan harus tetap mengedepankan prinsip jurnalistik,” tegasnya.

Latar belakang Warsito sendiri diketahui merupakan warga Gilirejo Baru, Kecamatan Miri, Kabupaten Sragen, yang telah menekuni dunia jurnalistik sejak 2018. Pada 2021, ia mendirikan PT Berita Istana Negara yang mengelola sejumlah media online. Dalam kariernya, Warsito dikenal aktif mengangkat isu korupsi dan isu masyarakat petani, termasuk pemberitaan dugaan peredaran pupuk palsu di Jawa Tengah yang kemudian ditangani aparat hukum.

With this leadership structure, Warsito berharap komunikasi antarperusahaan pers di Solo Raya dapat lebih baik serta menghindari konflik internal yang dapat merusak reputasi organisasi. Ia menegaskan bahwa setiap anggota harus membedakan kepentingan organisasi dengan tugas jurnalistik masing-masing perusahaan media. “Jaga silaturahmi, jaga kekompakan, dan yang paling penting jaga nama baik organisasi. Dalam menjalankan tugas jurnalistik, kita harus tetap independen, profesional dan bertanggung jawab,” pungkasnya.

Redaksi Media Simo Raya
MediaSimoRaya.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *