Sragen, MediaSimoRaya.com – Plafon ruang guru di Sekolah Dasar Negeri (SDN) 2 Cepoko, Dukuh Jaten, Desa Cepoko, Kecamatan Sumberlawang, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, mendadak ambruk pada Selasa (7/10/2026) pagi. Kejadian ini diduga kuat terjadi akibat pergerakan tanah yang menyebabkan struktur tembok sekolah bergeser. Bangunan tersebut diketahui terakhir kali mendapatkan rehabilitasi pada tahun 2020 lalu, sehingga peristiwa ini menjadi perhatian serius bagi pihak sekolah maupun pemerintah daerah terkait kondisi infrastruktur pendidikan di wilayah sekolah tersebut.
Kejadian bermula sekitar pukul 07.00 WIB, ketika para guru sempat mendengar suara retakan yang berasal dari arah atap. Suara retakan terdengar cukup jelas dari arah atap sebelum plafon ambruk. Mendengar suara tersebut, mereka langsung mengantisipasi dengan memindahkan sejumlah barang elektronik, seperti televisi, serta perabotan dari ruang kantor. Namun, antisipasi tersebut tidak dapat mencegah musibah yang terjadi beberapa jam kemudian di siang hari itu.
Sekitar pukul 09.15 WIB, saat para guru berada di dalam ruangan untuk beristirahat dan menikmati menu Makan Bergizi Gratis (MBG), plafon berukuran 8 x 7 meter tiba-tiba roboh. Dua guru, Fitri dan Intan, tersenggol material plafon saat kejadian berlangsung di dalam ruangan. Kondisi kedua korban berbeda setelah insiden tersebut terjadi di lokasi kejadian.
Fitri mengalami syok hingga hampir pingsan akibat kejadian tersebut. Sementara itu, Intan mengalami luka lecet ringan. Peristiwa ini kemudian dilaporkan oleh Sri Ningsih, salah seorang guru SDN 2 Cepoko kepada pihak berwenang dan MediaSimoRaya.com. Kerusakan akibat kejadian itu diperkirakan menimbulkan kerugian materiil mencapai Rp 50 juta rupiah.
Kerugian tersebut mencakup kerusakan pada plafon dan dinding sekolah yang mengalami retak. Petugas gabungan dari Polsek Sumberlawang, Babinsa Desa Cepoko Koramil 17/Sumberlawang, Korwil Pendidikan Sumberlawang, serta perangkat desa setempat kemudian mendatangi lokasi untuk meninjau kondisi. Laporan Wartawan TribunSolo.com, Mardon Widiyanto, mengonfirmasi kronologi kejadian yang berlangsung pada pagi hari tersebut dengan detail.
Bangunan ruang guru ini terakhir kali direnovasi atau direhabilitasi pada tahun 2020 lalu. Meskipun telah diperbaiki beberapa tahun sebelumnya, struktur bangunan mengalami pergeseran yang berakibat fatal pada pagi hari ini. Kondisi bangunan menjadi sorotan setelah atap ambrol.
Kedua guru tersebut sedang beristirahat di dalam ruangan usai menikmati menu Makan Bergizi Gratis (MBG) ketika atap tiba-tiba runtuh. Material plafon yang ambruk menimpa area di mana mereka berada, menyebabkan Fitri dan Intan tersenggol.
Disdikbud Sragen juga menerjunkan tim teknis bersama Dinas Pekerjaan Umum (DPU) untuk mengecek keamanan bangunan. Tim teknis melakukan pengecekan menyeluruh. Langkah pengamanan segera dilakukan sebagai bentuk kehati-hatian. Ruang guru dikosongkan sementara waktu jika ditemukan bagian kuda-kuda yang membahayakan. Hal ini bertujuan memastikan tidak ada potensi bahaya lanjutan bagi para pendidik maupun siswa yang beraktivitas di sekitar area sekolah tersebut.
MediaSimoRaya.com akan terus memantau perkembangan penanganan kerusakan hingga bangunan dinyatakan aman untuk digunakan kembali oleh warga sekolah. Kejadian ini menjadi pengingat akan pentingnya pengecekan rutin terhadap kondisi bangunan sekolah di wilayah Sragen. Kami akan melaporkan informasi terbaru yang kami terima langsung dari pihak terkait berwenang.
Redaksi Media Simo Raya
MediaSimoRaya.com



