BOYOLALI, Mediasim– Lahan pertanian yang sebelumnya dinilai kurang produktif di Desa Giriroto, Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Boyolali, kini disulap menjadi kawasan pertanian modern melalui program Green House Melon “Smart Agro Edufarm”.
Panen perdana sekaligus pembukaan pasar wisata petik buah melon tersebut digelar bersama Bupati Boyolali Agus Irawan, Rabu (7/10/2026).
Kegiatan yang berlangsung di lahan Green House belakang Balai Desa Giriroto itu dimulai pukul 10.00 hingga 10.50 WIB. Sekitar 200 tamu undangan hadir, mulai dari jajaran pemerintah daerah, Forkopimcam Ngemplak, stakeholder pertanian, tokoh masyarakat, petani milenial, hingga masyarakat setempat.
Program Green House Melon “Smart Agro Edufarm” merupakan program Pemerintah Kabupaten Boyolali melalui Dinas Pertanian yang dikembangkan melalui kerja sama dengan investor dan BUMD, dengan melibatkan petani serta masyarakat sekitar Desa Giriroto.
Kepala Dinas Pertanian Boyolali, Suyanta, S.P., M.M., mengatakan program tersebut merupakan sebuah pionir karena menurutnya belum pernah ada kolaborasi dengan konsep serupa secara nasional.
“Program ini adalah pionir yang secara nasional belum pernah ada kolaborasi antara pemerintah daerah yang punya uang, ditaruh di Bank Boyolali, kemudian Dinas Pertanian disuruh mencari mitra. Mitra kita adalah CV Estu Sae Jaya,” ujar Suyanta.
Ia menjelaskan, kolaborasi tersebut tidak hanya berhenti pada tahap pembiayaan, tetapi Dinas Pertanian juga melakukan pendampingan sejak awal program.
“Sehingga dari proses pembiayaan, mulai dari perencanaan awal sampai penanaman hingga panen awal pun semua kami terus mendampingi,” jelasnya.
Camat Ngemplak Muchsoni menyampaikan bahwa pengembangan green house tersebut menjadi perubahan positif bagi kawasan yang sebelumnya kurang produktif.
Menurutnya, pemanfaatan teknologi pertanian diharapkan mampu meningkatkan produktivitas sekaligus memberikan dampak terhadap kesejahteraan masyarakat.
Sementara itu, perwakilan CV Estu Sae Jaya, Eko, menyampaikan apresiasi atas dukungan Pemerintah Kabupaten Boyolali dan seluruh stakeholder dalam pelaksanaan program tersebut.
Green house melon di Giriroto dikembangkan dengan tiga varietas melon yang memiliki karakteristik berbeda, baik dari jumlah maupun ukuran buah.
Bupati Boyolali Agus Irawan mengatakan, program Green House Melon telah direncanakan secara bertahap, mulai dari perencanaan, pelaksanaan hingga pengembangan.
Panen perdana tersebut diharapkan menjadi langkah awal dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus mendorong pengembangan pertanian modern di wilayah lain di Kabupaten Boyolali.
«“Semoga dengan adanya panen perdana ini dapat mensejahterakan dan memakmurkan masyarakat Boyolali serta menjadi inovasi yang bisa dikembangkan di desa-desa lainnya,” ujar Agus Irawan.»
Ia juga berharap program tersebut dapat menjadi percontohan bagi petani di kecamatan lainnya.
“Harapannya ke depan program ini akan menjadi percontohan untuk petani-petani kecamatan lainnya. Kalau kita melihat dari hasilnya luar biasa sekali karena sudah diperhitungkan semuanya dan bisa ditangani sendiri semuanya,” tambahnya.
Dalam kegiatan tersebut juga dilaksanakan penyerahan bantuan pertanian secara simbolis serta panen perdana melon Green House Desa Giriroto.
Kegiatan tersebut sekaligus menjadi bagian dari pengembangan wisata petik buah melon yang diharapkan mampu memberikan nilai tambah bagi sektor pertanian sekaligus perekonomian masyarakat.
Selama kegiatan panen perdana, open market wisata petik melon, dan penyerahan bantuan pertanian berlangsung, situasi berjalan aman, tertib, dan kondusif.





