1.050 Pelari dari 14 Negara Berlomba di Merapi-Merabu, Dorong Pariwisata Olahraga Indonesia

oleh -12 Dilihat

Boyolali, Mediasimoraya.com – Lebih dari 1.050 pelari dari 14 negara berpartisipasi dalam acara Merapi-Merabu De Trail 2026 di Selo, Boyolali, pada 2 Agustus 2026. Acara tahunan yang diorganisir oleh Disporapar Boyolali ini menjadi aksi nyata pengembangan pariwisata olahraga Indonesia, dengan peserta lokal dan internasional yang bertarung melawan medan sulit di sepanjang jalur gunung berapi Merapi dan Merbabu. Tiga kategori lomba—5 kilometer, 15 kilometer, dan 30 kilometer—menjadi ajang kompetisi ketat, di mana pelari asal Spanyol Paula Lopez Perez meraih kemenangan di kedua kategori wanita (5K dan 30K). “Lanskap di sini menakjubkan, dan tantangannya tidak terbandingkan,” ujar Lopez Perez, yang menyatakan keseriusannya untuk kembali tahun depan.

Acara ini tidak hanya menjadi ajang lomba, tetapi juga upaya mempromosikan warisan alam Boyolali kepada dunia internasional. Rima Kusuma, Kepala Divisi Olahraga Disporabar, menegaskan bahwa partisipasi 2026 meningkat 20% dibandingkan tahun sebelumnya, dengan target 20 negara peserta pada 2027. “Ini bukan sekadar lomba—kami menggunakan acara ini untuk memperkenalkan potensi Boyolali sebagai tujuan pariwisata olahraga,” katanya.

Di sisi lain, keberhasilan lokal seperti Aisyah Nur Rahmah dari Magelang, yang meraih podium ketiga di kategori 15K, menegaskan peran acara ini dalam mengembangkan bakat nusantara. Aisyah menyatakan komitmennya untuk meningkatkan performa, meski menilai medan 2026 yang dimulai dari PB Alun-Alun Selo semakin menantang.

Sejak diluncurkan, Merapi-Merabu De Trail telah bertransformasi dari acara regional menjadi simbol pertumbuhan pariwisata olahraga Indonesia. Dengan memanfaatkan keindahan gunung berapi, Boyolali kini berusaha menempatkan diri sebagai tujuan bagi penggemar petualangan. Namun, tantangan seperti peningkatan infrastruktur dan keberlanjutan lingkungan semakin mendesak. Analis menilai acara ini memberikan dampak ekonomi signifikan bagi komunitas lokal dan memperkuat daya tarik soft power Indonesia di kancah global.

Di tengah ancaman perubahan iklim terhadap ekosistem pegunungan, pendekatan acara ini untuk melestarikan jalur alam sambil mempromosikan pariwisata bisa menjadi model bagi inisiatif olahraga ramah lingkungan. Dengan menggabungkan tantangan fisik, keindahan alam, dan partisipasi lintas budaya, Merapi-Merabu De Trail membukakan jembatan antara geografi dan kebudayaan. Untuk Boyolali, acara ini bukan sekadar lomba—melainkan langkah menuju identitas baru di lanskap pariwisata global.

Analisis: Pertumbuhan peserta internasional dan partisipasi lintas negara menunjukkan potensi besar pariwisata olahraga Indonesia untuk menarik pasar global. Namun, keberlanjutan acara ini bergantung pada kemampuan mengelola infrastruktur dan dampak lingkungan. Jika berhasil, Boyolali bisa menjadi referensi bagi kebijakan pariwisana berbasis alam yang bertanggung jawab di Asia Tenggara.

Konteks historis: Awalnya, acara ini hanya menarik peserta lokal, tetapi perlahan merebak ke kawasan Asia dan Eropa. Kesuksesan ini mencerminkan strategi pariwisata Indonesia yang semakin fokus pada sektor bernilai tambah seperti olahraga dan alam.

Tentang Penulis: Redaksi Media Simo Raya

Gambar Gravatar
Tim editorial Media Simo Raya yang bertugas melakukan pengumpulan, verifikasi, penyuntingan, dan publikasi informasi sesuai standar jurnalistik Media Simo Raya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *